Sisi Gelap

SIMETRI BAB 38 ~ Puncak Mahakarya

​Maya berlutut di atas lantai kayu ek ruang kerjanya. Napasnya berderak hebat. ​Tangannya yang gemetar menarik gumpalan rambut hitam kelam itu dari dalam rongga mulutnya. Semakin ia menariknya, helaian rambut basah itu terasa semakin panjang, seolah akar rambut tersebut tertanam jauh di dalam dinding lambungnya. ​Rasa mual dan kengerian absolut mengaduk-aduk isi perutnya. ​”Ukh!” ​Dengan […]

SIMETRI BAB 37 ~ ​Kebangkitan Sang Predator

​Cahaya matahari pagi yang menyilaukan menembus masuk melalui jendela kaca raksasa paviliun tamu. ​Sinar keemasan itu jatuh tepat, menyinari sesosok tubuh yang tergeletak diam tak bergerak di atas karpet tebal berbulu putih di tengah kamar tidur. ​Maya membuka matanya perlahan. ​Kelopak matanya terasa luar biasa berat. Seolah ia baru saja terbangun dari sebuah tidur panjang […]

SIMETRI BAB 36 ~ ​Penjara Anggrek Hitam

​Kengerian itu ternyata memiliki tekstur. Ia memiliki warna, dan ia memiliki bau. ​Di dalam kamar tidur utama paviliun tamu yang dikelilingi oleh sistem keamanan sekelas instalasi militer, Maya berdiri mematung di depan koper terbukanya. ​Jari-jarinya yang sedingin es mencengkeram tepi kotak hitam matte tersebut hingga buku-buku jarinya memutih. Seolah ia sedang mencekik leher iblis yang […]

SIMETRI BAB 35 ~ Gravitasi Predator

​Keheningan di dalam kamar tidur utama yang mewah itu… terasa seperti sebuah beban fisik yang meremukkan tulang rusuk. ​Maya masih berlutut di atas karpet mewahnya. ​Kedua matanya yang anehnya tak lagi mampu memproduksi air mata emosional akibat efek sisa pasta abu-abu di otaknya menatap nanar pada objek di hadapannya. ​Sebuah plastik ziplock transparan yang diletakkan […]

SIMETRI BAB 34 ~ Bayang-bayang Pengintai

Tetesan kopi hitam pekat merembes perlahan di sela-sela lantai parket kayu. ​Cairan gelap itu menyebar dari pecahan cangkir keramik yang baru saja hancur berantakan di dekat kaki telanjang Maya. Uap panas masih mengepul tipis dari genangan kopi tersebut. ​Namun… suhu di dalam apartemen penthouse mewah itu terasa seolah baru saja terjun bebas, anjlok melampaui titik […]

SIMETRI BAB 33 ~ Titik Didih

​Udara di dalam ruang ganti eksklusif Elegance Model Management mendadak terasa setipis kertas. ​Maya berdiri mematung di depan meja riasnya. Napasnya tertahan di pangkal tenggorokan. Matanya menatap nanar ke arah dua buah benda yang baru saja meluncur keluar dari amplop cokelat misterius tersebut. ​Sebuah foto polaroid billboard raksasa wajahnya, yang telah dicoret-coret secara brutal dengan […]

SIMETRI BAB 32 ~ Simbiosis Emas

​Mobil SUV mewah antipeluru berlapis baja itu merayap membelah jalanan ibu kota yang basah oleh sisa hujan. ​Kendaraan raksasa itu bergerak dengan kehalusan mesin V8 yang nyaris tanpa suara. Di dalam kabin penumpang belakang yang kedap suara, waktu terasa berjalan sangat melambat. Ditarik oleh sebuah gravitasi keheningan yang membuai di antara Maya dan Randy Adhitama. […]

SIMETRI BAB 31 ~ Daging yang Hidup

​Waktu di dalam trailer mewah itu seakan berhenti berdetak. Membeku bersamaan dengan aliran darah di sekujur tubuh Maya. ​Suara baling-baling kipas pendingin udara yang tadinya terdengar monoton, kini lenyap dari kesadarannya. Digantikan oleh sebuah dengungan statis yang sangat tajam di telinganya sendiri. ​Maya berdiri kaku di depan cermin rias yang terang benderang. ​Kedua tangannya masih […]

SIMETRI BAB 30 ~ Malam Pembusukan

​Udara di dalam kamar tidur utama yang mewah itu mendadak anjlok, turun drastis hingga menyentuh titik beku. ​Hembusan pendingin ruangan sentral yang biasanya mengeluarkan desisan halus dan wangi lavender mahal, kini terdengar berubah. Suaranya berderak seperti embusan napas raksasa yang keluar dari kedalaman gua yang dipenuhi tumpukan mayat. ​Di sudut ruangan yang gelap, siluet yang […]

SIMETRI BAB 29 ~ Keuntungan dan Kekosongan

​Siksaan itu datang tanpa peringatan sedikit pun. ​Menabrak sistem saraf Maya dengan sebuah kebrutalan yang langsung melumpuhkan fungsi motoriknya. ​Maya merintih tertahan. Tubuhnya ambruk di atas lantai parket kayunya yang dingin. Ia melengkung ekstrem ke arah depan, menyerupai postur janin yang meringkuk kesakitan di dalam rahim. Tangannya mencengkeram karpet bulu di bawahnya, berusaha menahan rasa […]