Ketahui Sisi Gelap yang Menanti untuk Diceritakan

No posts found for the selected source.

Penyalahgunaan Uang Negara yang Menghancurkan Mental

Kisah nyata penyalahgunaan uang negara ini bukan sekadar cerita tentang korupsi angka di atas kertas, melainkan sebuah pengakuan dosa dari seorang pegawai biasa yang terjebak dalam lingkaran setan kekuasaan. Aku tidak pernah menyangka bahwa pekerjaan pertamaku di sebuah instansi pemerintahan justru membawaku masuk ke dalam drama rumah tangga, perselingkuhan, dan penggelapan dana yang sistematis. Apa […]

SIMETRI BAB 28 ~ Keragu-raguan Rani

​Gedung apartemen eksklusif di kawasan Jakarta Selatan itu menjulang angkuh, membelah langit ibu kota yang diselimuti awan kelabu. Di lobi utamanya yang berlapis marmer Carrara putih dan diterangi oleh lampu gantung kristal raksasa, sekelompok staf keamanan berseragam safari hitam berdiri tegap di setiap sudut, menyeleksi siapa pun yang berani melangkah masuk melewati pintu kaca putar. […]

SIMETRI BAB 27 ~ Janji Randy

Sinar matahari pagi yang pucat menembus kaca jendela apartemen mewah itu. ​Cahayanya jatuh tepat menyinari selembar kertas linen hitam yang tergeletak pasrah di atas lantai parket. Kertas dengan inisial ‘R.A’ itu seolah memancarkan radiasi ancaman yang tak kasat mata. ​Maya duduk meringkuk di atas karpet berbulu tebal di sudut ruang tamunya. Ia memeluk kedua lututnya […]

SIMETRI BAB 26 ~ Kata yang Terucap

​”Halo, Cinderella palsu.” ​Empat kata itu meluncur tajam dari bibir Sari. ​Suaranya tidak keras. Namun, kalimat itu bergema memantul di dinding-dinding marmer yang sejuk, membawa nada ejekan yang sangat kental, berbisa, dan penuh kemenangan. ​Maya masih berdiri mematung di depan wastafel. ​Air dingin masih mengalir deras dari keran berbahan kuningan di hadapannya, membasahi sela-sela jari […]

SIMETRI BAB 25 ​~ Harga Sebuah Kesempurnaan

​Tangan Maya meraba gagang pintu kontrakan dengan kepanikan yang membutakan. ​Di belakangnya, suara seretan daging basah di atas lantai semen terdengar semakin mendekat. Bau anyir darah membusuk dan tanah steril menyumbat rongga hidungnya, membuat isi perutnya bergejolak hebat. ​“Pencuri…” rintihan gaib itu menggema lagi, seolah diucapkan tepat di depan gendang telinganya. ​Maya berhasil memutar gerendel […]

SIMETRI BAB 24 ~ ​Mimisan Malam

​Audisi penentuan hidup dan mati itu telah resmi dimulai. ​Maya berdiri kaku di atas karpet tebal ruang direksi Lumière Merveille. ​Di hadapannya, hanya berjarak lima langkah kaki, berdiri pria yang mengendalikan seluruh kerajaan kosmetik ini. Randy Adhitama. Pria berdarah dingin yang menciptakan kotak hitam terkutuk di dalam lemarinya. ​Mata elang yang tajam dan mematikan milik […]

SIMETRI BAB 23 ​~ Ambisi dan Rasa Bersalah

Langkah kaki Maya menghantam genangan air hujan di gang sempit itu dengan brutal. ​Ia berlari menembus gelapnya malam. Napasnya tersengal-sengal. Ia tidak memedulikan cipratan lumpur yang mengotori sepatu desainer dan celana kulot putih bersih yang baru saja dibelikan oleh Kiki. ​Pikirannya hanya tertuju pada satu hal, daging di lehernya yang sedang mencair. ​Begitu sampai di […]

SIMETRI BAB 22 ​~ Ibu yang Menunggu

Sore itu, langit Jakarta seolah ikut merasakan tekanan yang menghimpit dada Maya. Mendung pekat menggantung rendah, menyelimuti gedung-gedung pencakar langit dengan warna kelabu yang muram. ​Mobil van mewah milik agensi Elegance membelah kemacetan ibu kota. ​Maya duduk mematung di kursi penumpang belakang. Matanya menatap kosong ke arah jendela kaca yang digelapkan. Di luar sana, rintik […]

SIMETRI BAB 21 ​~ Popularitas Ringan

​Hingar-bingar fashion show itu perlahan mereda. ​Di dalam ruang ganti eksklusif Hotel Ritz, udara terasa dingin menusuk tulang. Aroma hairspray, parfum mahal, dan sisa bubuk kosmetik masih pekat mengambang di udara. ​Maya duduk sendirian di depan meja rias berlampu terang benderang. ​Ia memandangi pantulan dirinya di cermin besar itu. Gaun sutra perak yang tadi ia […]

SIMETRI BAB 20 ​~ Panggung Pertama

​Sinar matahari pagi yang pucat menembus celah ventilasi atap seng, menyinari sesosok tubuh yang meringkuk gemetar di sudut lantai dapur. ​Pukul 06:00 pagi. ​Maya terbangun dengan tubuh yang kaku dan sedingin es. Ia tertidur di lantai semen yang keras setelah kelelahan menangis semalaman akibat teror cermin retak itu. Matanya yang sembap perlahan terbuka. ​Hal pertama […]

SIMETRI BAB 19 ​~ Cermin Retak

​Kilatan cahaya flash terakhir menyambar seiring dengan seruan napas lega dari Rio. ​”Bungkus! Selesai! Sumpah, ini gila banget!” teriak sang fotografer gondrong itu. ​Rio menurunkan kamera DSLR-nya dengan dada naik turun. Sesi pemotretan perdana Maya yang memakan waktu nyaris empat jam tanpa henti akhirnya berakhir. ​Di tengah atrium utama Grand Atrium Mall, tempat yang selama […]

Populer
No popular posts within this time range.