Ketahui Sisi Gelap yang Menanti untuk Diceritakan

No posts found for the selected source.

Penyalahgunaan Uang Negara yang Menghancurkan Mental

Kisah nyata penyalahgunaan uang negara ini bukan sekadar cerita tentang korupsi angka di atas kertas, melainkan sebuah pengakuan dosa dari seorang pegawai biasa yang terjebak dalam lingkaran setan kekuasaan. Aku tidak pernah menyangka bahwa pekerjaan pertamaku di sebuah instansi pemerintahan justru membawaku masuk ke dalam drama rumah tangga, perselingkuhan, dan penggelapan dana yang sistematis. Apa […]

SIMETRI BAB 18 ​~ Pergeseran Sikap

Bagi seorang Maya, pagi hari biasanya identik dengan rutinitas kemiskinan yang menyiksa. ​Pagi hari adalah suara denting panci aluminium yang berkarat. Bau minyak telon untuk menghangatkan dada ibunya. Dan dinginnya air keran kontrakan yang menusuk tulang. ​Namun hari ini… definisi pagi bagi seorang Maya telah dirombak ulang secara ekstrem. ​Pukul 06:00 pagi. ​Maya sudah duduk […]

SIMETRI BAB 17 ​~ Kebaikan Pak Agus

​Tes… Tes… Plop. ​Suara tetesan cairan kental yang menghantam lantai semen basah itu terdengar lagi. ​Bunyinya bergema lambat, menembus keheningan malam. Berasal tepat dari balik pintu kayu kamar mandi kontrakannya yang setengah tertutup. ​Udara di dalam ruangan yang tadinya hanya terasa dingin karena sisa hujan badai di luar, kini berubah menjadi luar biasa mencekam. Hawa […]

SIMETRI BAB 16 ​~ Naik Pangkat

​”Halo, Kak Kiki. Ini Maya… dari Grand Atrium Mall.” ​Suara Maya mengalir sangat jernih di udara pagi yang dingin. ​”Saya siap menerima tawaran Kakak. Kapan saya bisa mulai bekerja?” ​Hening sejenak di ujung sambungan telepon. Hanya terdengar suara napas Maya yang tertahan dan rintik sisa gerimis yang memukul atap seng kontrakannya. ​Lalu, sebuah pekikan kegirangan […]

SIMETRI BAB 15 ~ ​Kesepakatan Kecil

Sisa hari itu di Grand Atrium Mall berjalan dengan ritme yang sangat ganjil dan mencekik. ​Maya menyelesaikan sisa pekerjaannya membersihkan eskalator dalam kondisi kewaspadaan tingkat tinggi. Tatapan tajam Sari dari balik pilar pualam tadi siang seakan terus menempel di punggungnya, membakar kulitnya dengan ancaman yang tak bersuara. ​Wanita dominan itu tidak lagi berteriak atau melempar […]

SIMETRI BAB 14 ~ ​Tawaran Kiki

​Menjadi pusat perhatian adalah hal yang paling dihindari oleh Maya seumur hidupnya. ​Selama dua puluh dua tahun ia bernapas, ia telah melatih dirinya dengan sangat keras untuk selalu menyatu dengan latar belakang. Menjadi bayangan abu-abu pudar yang menempel di dinding, menghilang di antara gemerlapnya kehidupan orang lain yang jauh lebih beruntung darinya. ​Namun hari ini… […]

SIMETRI BAB 13 ​~ Cahaya Baru

​Cahaya matahari pagi menyusup malu-malu dari sela-sela atap seng yang berlubang. ​Sinar keemasan itu jatuh menembus udara dapur yang dipenuhi debu halus, mendarat tepat di atas permukaan cermin retak yang tergantung miring di atas wastafel. ​Jam dinding plastik yang berdebar monoton menunjukkan pukul 05:15 pagi. ​Maya berdiri kaku di depan wastafel tersebut. Ia sudah mengenakan […]

SIMETRI BAB 12 ~ ​Sedikit Perubahan

​Tangan Sari terulur membelah udara di ruang ganti yang sempit itu. ​Kuku-kukunya yang dicat merah maroon dan dikikir runcing tampak seperti cakar pemangsa yang siap mengoyak wajah mangsanya. Ujung jari wanita dominan itu kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari tali masker kain biru dongker yang menutupi setengah wajah Maya. ​Waktu seakan melambat. ​Di dalam kepala […]

SIMETRI BAB 11 ~ Uji Coba Pertama

​Napas Maya berhenti total di ujung tenggorokan. ​Matanya terbelalak lebar, menatap horor yang terpantul dari cermin retak di hadapannya. ​Di sana, di bawah cahaya lampu neon kuning dapur yang berkedip pelan, wajahnya tak lagi utuh. ​Bagian rahang kirinya yang tadi tak sengaja tersenggol oleh tangannya sendiri kini melesak ke dalam. ​Tidak ada memar kebiruan. Tidak […]

SIMETRI BAB 10 ~ Halaman Instruksi

​Udara di dalam kontrakan sempit itu terasa seolah berhenti mengalir. Oksigen di ruangan itu seperti tersedot habis oleh kehadiran benda asing di atas meja. ​Suara detak jarum jam dinding yang terbuat dari plastik murahan di atas pintu terdengar begitu mendominasi. ​Tik… tik… tik… ​Setiap detakannya terdengar bagaikan ayunan palu godam yang menghantam gendang telinga Maya […]

SIMETRI BAB 9 ~ ​Dilema Kecil

Angin malam berembus membawa hawa dingin yang langsung menusuk hingga ke sumsum tulang. ​Maya berjalan menyusuri jalanan aspal yang rusak menuju area perkampungannya. Di sebuah pos ronda yang ia lewati, jam dinding lusuh yang menempel di tiang kayu menunjukkan pukul sebelas lewat seperempat malam. ​Ketakutannya akan kemarahan Mandor Joko dan ancaman pemecatan dari Bu Ratna […]

Populer
No popular posts within this time range.